Selasa, 26 April 2011

Resume

TEKNIS SUBSTANTIF LEMBAGA
Teknis substantif /lembaga agar mempunyai persepsi gambaran serta pemahaman secara komprehensif tentang arti dan makna dari pembekalan.
Tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien dan termotivasi serta jelas arah tujuan dan sasarannya.
1. Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara professional dengan dilandasi kepribadian sesuai dengan kebutuhan instansi.
2. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharuan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
3. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang gerorientasi pada pelayanan, penganyoman, dan pemberdayaan masyarakat.
4. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola fikir dalan melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi trwujudnya kepemerintahan yang baik.
Kompetensi yaitu kemampuan yang harus dimiliki oleh seseorang PNS berupa pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugasnya.
Pimpinan dalam kepemerintahan yang baik adalah :
- Menunjukan komitmen dan integritas moral serta tanggung jawab profesi sebagai PNS
- Mewujudkan disiplin dan etos kerja
- Menjelaskan poko-pokok system penyelenggaraan pemerintah Negara kesatuan Republik Indonesia
- Menjelaskan posisi, peran, tugas, fungsi, dan kewenangan instansi asal
peserta dan organisasi publik
- Menganalisis masalah penyelenggaraan pemerintah Negara
- Menjelaskan ketentuan-ketentuan kepegawaian berkaitan dengan hak dan kewajiban
- Menganalisis masalah wawasan kebangsaan dalam kerangka NKRI
- Mengaplikasikan teknik manajemen perkantoran modern di unit kerjanya
- Mengaplikasikan prinsip-perinsip pelayanan prima sesuai dengan sidang tugasnya
- Bekerjasama dalam kelompok melalui komunikasi yang saling menghargai
Evaluasi terhadap peserta
Penyelenggara dan widyasiswara meliputi aspek sikap dan perilaku serta aspek penguasaan materi.
a. Aspek sikap dan perilaku
Aspek sikap dan perilaku dinilai unsurnya meliputi disiplin, kepemimpinan kerjasama dan prakarsa. Indicator disiplin terdiri dari kehadiran : ketepatan hadir dikelas, ketepatan penyelesaian tugas-tugas, etika dan sopan santun; kerapian berpakian; keikut sertaan dalam senam pagi dan ketentuan-ketentuan lain yang ditetapkan penyelenggara.
Pengertian disiplin adalah ketaatan dan kepatuahan peserta terhadap seluruh ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara.
Kepemimpinan adalah kemampuan member motivasi dan menggerakkan peserta linnya, menyakinkan pendapat, mempertemukan pendapat, dan mengatasi ketegangan yang mungkin ada. Indicator kepemimpinan adalah obyektif dan tugas dalam mengambil keputusan : membela kepentingan bersama sesuai dan ketentuan yang berlaku; bertanggungjawab; memberikan cintoh yang dapat menjadi teladan seperti komunikatif, konsisten, adil, jujur, tekun, tegas, dan rasional.
Kerjasama adalah kemampuan untuk menyelesaikan tugas secara bersama-sama. Indicator adalah menyelesaikan tugas bersama dengan orang lain secara koperatif; membina keutuhan dan kekompakan kelompok; mau menerima pendapat orang lain.
Prakarsa adalah kemampuan untuk mengajukan gagasan yang bermanfaat bagi kepentingan kelompok atau kepentingan yang lebih luas.
Indikatornya adalah berperilaku positif untuk membantu kelancaran diklat dan membuat situasi diklat lebih dinamis mampu membuat sarana-sarana yang nyata, baik yang menyangkut materi Diklat maupun yang menyangkut kelancaran pelaksanaan Diklat; dapat menyampaikan gagasan / ide baru yang kritis, konstruktif; dan bermanfaat; mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dan tidak bersifat menguji atau memojokkan orang lain.
b. Aspek penguasaan materi
Unsure penguasaan materi dicakup dalam bahan ujian tertulis.
Indikator penguasaan tersebut adalah angka yang dihasilkan dari jawaban peserta dan ujian tertulis.
c. Bobot penilaian
Penilaian terdiri dari :
1. Sikap dan perilaku
- Disiplin 24 %
- Kepemimpinan 12 %
- Kerjasama 12 %
- Prakarsa 12 %
2. Penguasaan materi 40 %
3. Cara penilaian
Evaluasi terhadap widyaiswara
Penilaian terhadap widyaiswara dilakukan oleh peserta dan penyelenggara Diklat, widyaiswara sebagai masukan untuk peningkatan kinerja pada masa yang akan datang. Aspek yang dinilai dari kinerja widyaiswara antara lain :
a. Penuasaan materi
b. Sistematika penyajian
c. Kemampuan menyajikan
d. Ketepatan waktu, kehadiran dan menyajikan
e. Penggunaan metode dan saran Diklat
f. Sikap dan perilaku
g. Cara menjawab pertanyaan dari peserta
h. Penggunaan bahasa
i. Pemberian motivasi kepada peserta
j. Pencapaian tujuan pembelajaran
k. Kerapian berpakian
l. Kerjasama antar widyaiswara
Evaluasi terhadap penyelanggara
Penilaian terhadap penyelenggara program Diklat dilakukan oleh widyaiswara dan peserta, hasilnya diolah dan disimpulkan oleh penyelenggara sebagai bahan masukan untuk menyempurnakan Diklat yang akan dating .
Aspek yang dinilai :
a. Efektivitas penyelenggara
b. Kesediaan bahasa Diklat
c. Kesiapan sarana Diklat
d. Ketersediaan dan kelengkapan sarana dan prasarana Diklat
e. Kebersihan kelas, asrama, dan kafetarian
f. Kebersihan kamar mandi, wc, dll
g. Ketersediaan fasilitas olah raga dan kesehatan.
Evaluasi akhir untuk menentukan kualifikasi kelulusan peserta Diklat. Oleh Tim terdiri dari :
a. Kepala lembaga Diklat
b. Penanggung jawab harian program Diklat
c. Seorang pejabat fungsional kepegawaian instansi penyelenggara
d. Penanggung jawab evaluasi program Diklat
e. Bertindak selaku ketua tim evaluasi akhir adalah kepala lembaga Diklat.
Pasca Diklat
a. Evaluasi pasca Diklat dilakukan oleh lembaga Diklat penyelenggara.
b. Evaluasi pasca Diklat terhadap alumni dalam hal :
- Sejauh mana para alumni mampu menerapkan pengetahuan dan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan yang diembannya
- Sejauh mana para alumni di dayagunakan potensinya
- Bagaimana proses pengangkatan alumni CPNS menjadi PNS sesuai golongannya.









KEBIJAKAN DIKLAT
Indonesia bukan Negara sekuler, maksudnya pemerintahan Indonesia tidak memisahkan anara agama dan Negara.
Kementrian Agama didirikan tahun 1946 No 1 SD 3 januari 1946 yang disebut sebagai amal bakti kementrian Agama.
Tugas pokok kementerian Agama No3 th 2006
- Membantu Presiden dalam bidang keagamaan
- Perumusan kebijakan di bidang keagamaan
VISI KEMENTERIAN AGAMA
Terwujudnya masyarakat Indonesia taat beragama, rukun, cerdas, mandiri, dan sejahtera lahir bathin.
MISI KEMENTERIAN AGAMA
- Meningkatkan kualita kehidupan beragama
- Meningkatkan kualitas RA, madrasah, Perguruan Tinggai
- Meningkatkan kualitas penyelenggaraan Ibadah Haji
- Meningkatkan pendidikan keagamaan
Vigensi Diklat
- Agar mengeban tugas dengan baik, SDM, kemenang
- Harus memiliki kompetensi sesuai dengan tugas dan jabatannya
- Sah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi SDM tersebut adalah melalui pendidikan dan pelatihan
Lembaga Diklat
Lembaga Diklat di lingkungan kemenang
1. Badan lingkungan dan Diklat
2. Diklat tenaga Administrasi
3. Pusdiklat tenaga teknis keagamaan
Wilayah kerja balai diklat keagamaan Jakarta
1. Kemenang pusat
2. Kanwil kemenang DKI Jakarta
3. Kanwil kemenang Prov Kal – Bar
4. Kanwil kemenang Prov Banten





KEPEMERINTAHAN YANG BAIK ( GOOD GOVERNANCE )
KEPEMERINTAHAN
- Suatu kegiatan (proses) Interaksi social politik antara Pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan intervensi Pemerintahan atas kepentingan-kepentingan tersebut (kooimen 1993).
- Pelaksanaan kewenangan / kekuasaan di bidang ekonomi, politik, dan administrative untuk mengelola berbagai urusan Negara pada setiap tingkatannya dan merupakan Instrumen kebijakan Negara untuk mendorong terciptanya kondisi kesejahteraan integritas.
- Adalah cara rezim menggunakan kekuasaan pemerintahan dalam pengelolaan sumber daya ekonomi dan social ( lihat Rainer, 1955 )
PERAN PEMERINTAH
1. Penyelenggaraan fungsi umum seperti : penciptaan dan pemeliharaan rasa aman dan pengaturan ketertiban, pertahanan, dan keamanan, penyelenggaraan hubungan diplomatilk.
2. Penyelenggaraan fungsi pembanguanan seperti : pembanguanan bangsa (cuitural and political development). Pembangunan ekonomi dan social ( economic and social development ) yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahtraan dan kemakmuran seluruh masyarakat dan warga Negarany ( mustopadidjaja, 1993 )


Good governance adalah :
- Suatu pemerintahan yang menjernihkan hati nurani
- Governance : menyangkut hubungan antara pemerintah dengan masyarakat madani ( civil society ) dengan sector swasta, dengan warga Negara individual, sejauh relasi ini menyangkut penyelenggaraan kepemerintahan pada suat masyarakat.
PENGERTIAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK ( GOOD GOVERNANCE )
Menurut UNDP : hubungan yang sinergis dan konstruktif diantara Negara sector swasta dan masyarakat ( soclety ).
Menurut peraturan pemerintah NO. 101 tahun 2000 kepemerintahan yang mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip profesionalitas, akuntagilitas, transparansi pelayanan prima, demokrasi, efesiensi, evektivitas, supremasi hukum dapat diterima seluruh masyarakat.
Menurut LAN dan BPKP penyelenggaraan pemerintahan Negara yang solid dan bertanggung jawab serta efisien dan efektif dengan menjaga kesinergisan interaksi yang konstruktif diantara domain-domain Negara, sector swasta dan masyarakat.
Pengertian good governance secara lengkap
Good governance adalah tata kepemerintahan yang baik yang mengatur pola hubungan antara pemerintah dunia usaha swasta dan masyarakat secara sinergis dan konstruktif dengan menerapkan prinsip-prinsip profesionalitas, akuntabilitas, pelayanan prima, demokrasi, efesiensi, efektifitas dan supermasi hukum.
AMANAT PENYELENGGARAAN NEGARA KESATUAN RI
Pemerintah Negara kesauan Republik Indonesia adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumapah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
KEWAJIBAN NEGARA TERHADAP RAKYAT
1. Menciptakan situasi ekonomi yang kondusif bagi pembangunan berkelan jutaan
2. Melindungi warga Negara yang lemah / rentan
3. Meningkatkan efesiensi dan responsivitas pemerintahan
4. Memberdayakan masyarakat dan demokratisasi sitem politik
5. Desentralisasi system administrasi
6. Menghilangkan / kurangi kesenjangan kaya-miskin
7. Memperkuat integrasi social dan keragaman budaya
8. Melindungi lingkungan
9. Mempromosikan kesetaraan gender
Makna masyarakat madani
Makna masyarakat madani adalah suatu cerminan terwujudnya tatanan masyarakat yang kondusif di kota madinah di zaman Rosulullah saw.

CERMINAN MASYARAKAT MADANI
Tatanan masyarakat yang memiliki nilai dasar ketuhanan, kemerdekaan, hak asasi dan martabat manusia, kebangsaan, demokrasi, kemajmukan, kebersamaan, kesatuan, dan persatuan, kesejahteraan bersama, keadilan, supremasi hukum, keterbukaan, partisipasi, kemitraan, nasional, ekonomis, akuntabilitas, serta komitmen.
TUGAS DAN KEDUDUKAN PNS
Dalam pasal 3 UU NO. 43 / 1999 adalah tentang perubahan atas UU NO.8 / 1974 tentang pokok. Pokok kepegawaian, dijelaskan.
“ Pegawai Negeri berkedudukan sebagai unsure aparatur Negara yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat secara professional, jujur, adil, dan merata dalam penyelenggaraan tugas Negara, pemerintah dan pembangunan harus netral dan pengaruh semua golongan dan partai politik.
PERANAN APARATUR / PNS adalah :
Bahwa pegawai Negeri SIPIL sebagai unsure utama sumber daya pemerintahan dan pembangunan. PNS harus memiliki SDM yang berkualitas dan professional dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawab member pelayanan kepada masyarakat.
Aspek – Aspek Pelayanan Publik
- Pelayanan birokrasi terkait dengan catatan sipil kepada masyarakat
- Pelayanan kesejahteraan umum ( sandang, pangan, dan papan )
- Pelayanan ketersediaan sarana prasarana Infrastruktur
- Pelayanan kesehatan
- Pelayanan pendidikan
- Pelayanan social
- Pelayanan lapangan kerja
- Pelayanan perlindungan hukum dan HAM
- Pelayanan peningkatan pendapatan penghasilan dan masyarakat
- Pelayanan hak bersarikat dan mengeluarkan pendapat
INDIKASI KEPEMERINTAHAN YANG BURUK ( PERBUATAN PEMERINTAH YANG BERKARAKTER TERCELA )
1. Perbuatan melawan hukum oleh penguasa (onrechmatige overheadsdaad)
2. Perbuatan melawan undang-undang (on wetmatige overheidsdaad)
3. Perbuatan yang tidak tepat (onjuist)
4. Perbuatan yang tidak bermanfaat ( ondoelmatig)
5. Perbuatan yang menyalah gunakan wewenang (detournement dupouvoir)
6. Perbuatan sewenang-wenang (willrkeur)

PENERA DAN GOOD GOVERNANCE MELALUI :
VISI INDONESIA 2020 (BPKP) SEBAGAI ORIENTASI PEMBANGUNAN NASIONAL
“ Terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, maju, sejahtera, mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan Negara “
MISI
- Meningkatkan kualitas bimbingan pemahaman, pengalaman, dan pelaksanaan kehidupan beragama
- Meningkatkan penghayatan moral dan etika keagamaan
- Meningkatkan kualitas pelayanan haji
- Memberdayakan umat beragama dan lembaga keagamaan
- Memperkokoh kerukunan umat beragama
- Mengembangkan pemahaman keagamaan dengan wawasan kebangsaan Indonesia
HAK ASASI MANUSIA PASAL 28 H
1. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat berhak memperoleh pelayanan kesehatan
2. Setiap orang berhak atas jaminan social yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermarabat




PEREKONOMIAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL
( Pasal 33 )
1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan
2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak
3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan diperguanakan untuk memakmurkan rakyat
4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efesiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian
PASAL 34
1. fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh Negara
2. Negara mengembangkan system jaminan social bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan
3. Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang baik


ASAS – ASAS PEMERINTAHAN YANG BAIK
1. Asas kepastian hukum
2. Asas keseimbangan
3. Asas kesamaan dalam mengambil keputusan pamong
4. Asas bertindak cermat
5. Asas motivasi untuk setiap keputusan
6. Asas jangan mencampur adukan kewenangan
7. Asas permainan layak
8. Asas keadilan dan kewajaran
9. Asas menanggapi pengharapan yang wajar
10. Asas meniadakan akibat keputusan yang baru
11. Asas perlindungan atas pandangan ( cara ) hidup
12. Asas kebijaksanaan
13. Asas kepentingan umum







CERAMAH TENTANG KESEHATAN MENTAL
A. Pengertian
1. Pengertian mental
Menurut Webster Dictionary mental adalah “ way of thingking’’ ada juga dalam kamus purwodarminto, “way of sense’’. Yang berarti mental adalah merupakan cara berfikir dan berperasaan berdasarkan atas nurani yang tercermin pada prilaku seseorang.
2. Pengertian kesehatan mental
Ada beberapa pendapat Dr. Zakiyah Derajat ( 1996 ) tentang pengertian kesehatan mental, salah satunya adalah kemampuan untuk menyelesaikan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana ia hidup.
B. Manfaat pembinaan kesehatan mental
Pembinaan kesehatan mental dimaksudkan agar peserta Diklat bermental baik ( bermoral, jujur, bertanggung jawab,dan disiplin ) dalam melaksanakan tugas sekaligus jadi teladan bagi lingkungan.
C. Faktor –faktor yang mempengaruhi dan cirri-ciri mental sehat
1. Factor-faktor yang mempengaruhi mental sehat
a. Internal
1. Factor internal seperti : Pemarah, halus, dsb.
2. Factor keturunan seperti : Intelektualitas, emosi, dan potensi.
b. Eksternal adalah factor-faktor yang ada diluar diri manusia dan dapat mempengaruhi mental, cara berfikir dan cara berperasaan berdasarkan hati nuraninya, misalnya : pendidikan agama, budaya, dan system pemerintahan,
Dan pengalaman yang berbeda-beda dengan segala kelebihan dan kekurangan
c. Konsultasi pada orang yang dianggap bias memahami membantu mengatasi masalahnya.
d. Mencurahkan isi hatinya kepada orang lain yang dipercaya.
e. Berfikir positif dengan memandang segala sesuatu dari aspek positif / hikmahnya.
f. Realitas yaitu dengan menerima kenyataat / fakta secara rasional.
g. Berusaha untuk menyesuaikan diri yang bias dilakukan.
2. Ketidak mampuan seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya maupun terhadap lingkungan dikenal dengan istilah stress
Manusia lahir dibekali dengan berbagai potensi :
“ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut Ibumu tidak mengetahui apapun dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan mati, supaya kamu bersyukur”.
Barang siapa mengenal dirinya maka ia mengenal Allah


 Jika anda berusaha memahami seluruh alam semesta, anda tidak akan memahami apa pun



Tugas Dan Fungsi Manusia

Khalifah Filard Hamba Allah







Sanggup memahami setiap gejolak diri
Mampu mengolah emosi
Mampu mengendalikan emosi
Tidak terjebak pada situasi yang tidak terkontrol
Delapan aspek emosi dasar Aspek potensi social emosional
1. Marah 1. Kesadaran diri
2. Sedih 2. Pengetahuan diri
3. Bingung 3. Motivasi
4. Keingin Tahuan 4. Empati
5. Senang / Cinta 5. Keterampilan social
6. Menerima
7. Kecewa
8. Terkejut
Tips memperbaiki kepercayaan diri
- Carilah sebab rendah diri
- Atasi kelemahan anda
- Pertimbangan bakat dan kemampuan anda
- Bahagialah dengan keberhasilan anda
- Dengarkan kata hati anda
- Kembangkan dengan rasa optimis
- Jangan terlalu menggantungkan cita-cita
- Jangan membandingkan dengan orang lain
- Jangan memiliki orang lain yang harus dapat melakukan sama baiknya


Tips memperoleh ambisi yang sehat
1. Ambisi yang sehat sesuai kepribadian anda, bila anda mencapai hasil yang besar dengan tidak terlalu banyak pengorbanan
2. Hindari harapan mencapai sukses berlebihan
3. Menolak tuntutan yang tidak realistis
Konsep diri positif
- Yakin akan kekuasaan Allah
- Mampu mengatasi masalah
2..Ciri-ciri mental sehat
Orang yang bermental sehat adalah mempunyai cirri sebagai berikut :
a. Jujur ( Sidik )
b. Terpercaya ( Amanah )
c. Adil
d. Konsisten ( Istiqomah )
e. Dapat bekerjasama
D. Mental produktif
Cirri-ciri sifat mental produktif adalah :
1. Produktif
2. Berinisiatif
3. Bekerja keras
4. Bersemangat
5. Berfikir jauh kedepan
6. Menghargai waktu
7. Tekun
E. Mental masyarakat modern
1. Memiliki sifat pribadi yang terbuka
2. Memiliki dan mengembangkan sikap untuk selalu siap berusaha
3. Menghargai perbedaan pendapat dalam banyak hal
4. Memanfaatkan waktu secara tepat
5. Selalu mempercay diri dengan berbagai informasi dan pengetahuan
6. Menghargai keberadaan diri orang lain sebagai mana adanya
7. Memiliki dan mampu mengembangkan sikap percaya diri
8. Menghargai pentinggnya pendidikan sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
9. Menghargai prinsip-prinsip demokrasi dalam bekerja
F. Pengaruh timbal balik antara kondisi mental dan fisik
Kita mengenal istilah dalam badan yang sehat terdapat mental yang sehat. Padahal sering terjadi hal sebaliknya mental yang tidak sehat menyebabkan badan tidak sehat. Hal ini disebut juga psikomatis yaitu gangguan fisik yang disebabkan adanya gangguan mental, khususnya emosi.
G. Cara-cara mengatasi gangguan mental
1. Beberapa cara yang bias digunakan untuk mengayasi gangguan mental yaitu:
a. Berusaha memahami hakekat manusia yang mempunyai pembawaan
WAWASAN KEBANGSAAN DALAM KERANGKA
NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
Wawasan Nusantara : Nilai-nilai kejuangan dan membangun karakter serta masalah wawasan kebangsaan melalui ceramah, Tanya jawab, dan diskusi.
Wawasan nusantara dalam kerangka NKRI diharapkan mampu :
1. Menjelaskan pengertian dan konsep Negara dan bangsa
2. Menjelaskan pengertian wawasan kebangsaan dalam kerangka NKRI
3. Menjelaskan pengertian dan konsep integrasi Nasional
4. Menerapkan nilai-nilai kejuangan dan daya saing nasional
5. Menjelaskan pengertian charcter guilding
6. Menjelaskan keragaman social budaya sebagai kekuatan bangsa
7. Menjelaskan wawasan kebangsaan sebagai kekuatan nasional
8. Menganalisis masalah wawasan kebangsaaan NKRI
Teori mengenai Negara
Secara alami manusia sebagai mahluk social sejak dahulu selalu hidup bersama-sama dalam suat kelompok untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Pengertian Negara menurut George Jellinek ialah organisasi kekuasaan dari kelompok manusia, George Wilhelm fredrich hegel ialah organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesa dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal, kianeburg ialah suatu organisasi yang timbul karena suatu golongan bangsanya sendiri. Roger F. Soltau ialah alat (agency) atau wewenang. R. Djokosoetono suatu organisasi mnusia atau kumpulan manusia, soenarko organisasi masyarakat yang mempunyai daerah.
Kekuasaan Negara berlaku sepenuhnya sebagai kedaulatan, jadi dapat disimpulkan pendapat menurut dara ahli.
Negara adalah organisasi yang didalamnya harus ada rakyat, wilayah yang permanen dan pemerintah yang berdaulat ( baik kedalam maupun ke luar )
Teori terjadinya suatu Negara
1. Teori kenyataan
2. Teori ketuhanan
3. Teori perjanjian
4. Teori penaklukan
Berdasarkan teori lain
- Pemberontakan terhadap Negara lain yang menjajah pelabuhan
Antara beberapa Negara menjadi satu Negara satu seperti Jerman dan Vietnam, Negara kesatuan adalah suatu Negara yang merdeka dan berdaulat dimana di seluruh Negara yang berkuasa hanya satu pemerintahan (pusat), Negara serikat (pederasi) Negara yang merupakan gabungan beberapa Negara yang menjadi bagian-bagian dan Negara serikat.
Unsure Negara
1. Rakyat yang bersatu
2. Daerah atau wilayah
3. Pemerintah yang berdaulat, dan mendapat pengakuan dari Negara lain
Pengertian bangsa
Menurut para pakar kenegaraan yang ternama seperti :
1. Ernest Renan (Perancis) terbentuk karena adanya keinginan unuk hidup bersama
2. Otto Baver (Jerman) kelompok manusia yang mempunyai persamaan karakter
3. F. Ratzel (Jerman) terbentuk karena adanya hasrat bersatu
4. Hans Kohn (Jerman) sejarah suatu bangsa merupakan golongan yang beraneka ragam dan tidak bisa dirumuskan secara eksak.
Unsure aspirasi sebagai berikut :
1. Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional
2. Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional
3. Keinginan dalam kemandirian, keunggulan, individualitas, keaslian, atau keihasan
4. Keinginan untuk menonjol ( unggul ) diantara bangsa-bangsa dalam mengejar kehormatan, pengaruh, dan prestise.
Wawasan kebangsaan – wawasan konsepsi cara pandang dalam kamus tersebut diberikan contoh “ Wawasan Nusantara’’ yaitu wawasan konsepsi cara pandang dalam mencapai tujuan nasional yang mencakup perwujudan kepulauan nusantara sebagai suatu kesatuan politik.
Wawasan social sebagai kemampuan untuk memahami cara-cara penyesuaian diri atau penempatan diri dilingkungan social.
Wawasan kebangsaan dipahami dua aspek sebagai berikut :
a. Aspek moral
b. Aspek intelektual
Wawasan kebangsaan Indonesia tercetus pada waktu diikrarkan sumpah pemuda 28 Oktober 1928 sebagai tekad perjuangan yang merupakan konvensi nasional
 Nilai-nilai kejuangan konsep yang berkenaan dengan sifat, mutu, keadaan tertentu yang berguna bagi manusia dan kemanusiaan yang menyangkut perihal perang, kelahi lawan dan laga.
 Kesatuan bangsa memiliki 6 dimensi manusia bersifat mendasar dan funda mental yaitu :
1. Penghargaan terhadap harkat dan martabat
2. Tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas
3. Cinta akan tanah Air dan Bangsa
4. Demokrasi atau kedaulatan rakyat
5. Kesetiakawanan social
6. Masyarakat adil dan makmur
Integritas Nasional mempunyai arti “ pembauran penyatuan hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat, mengandung poengertian kebangsaan, bersifat bangsa mandiri meliputi suatu bangsa.
Cirri-ciri nilai Integralistik menurut Suprapto (1994) adalah :
a. Bagian atau golongan yang terlibat berhubungan erat
b. Eksistensi setiap unsure hanya berarti dalamhubungannya dengan keseluruhan
c. Tidak terjadi situasi yang memihak pada golongan yang kuat
d. Tidak member tempat bagi paham individualism, liberalism, komunisme
e. Tidak terjadi dominasi mayoritas dan triani minoritas
f. Mengutamakan keselamatan maupun kesejahteraan, kebahagiaan
g. Mengutamakan penunaian kewajiban dari pada tuntutan hak pribadi
h. Mengutamakan upaya memadu pendapat dari pada mencari kemenangan
i. Disemangati kerukunan, ketuhanan, persatuan, kebersamaan, setia kawan,
j. Saling menolong, membantu dan bekerjasama
k. Berdasarkan kasih sayang, pengorbanan
Nilai-nilai kejuangan adalah konsep yang berkenaan dengan sesuatu, sedangkan berjuang adalah berlaga, berkelahi, berperang, dan lawan.
Hakekat mempelajari perjuangan bangsa
 Peristiwa Nasional di mas lampau
 Situasi Nasional di masa kini
 Aspirasi Nasional di masa mendatang
Jiwa dan makna dalam perjuangan
- Jiwa merdeka
- Jiwa persatuan dan kesatuan
- Jiwa konsekwen tanpa pamrih dan sederhana
- Jiwa kokoh yang tak kenal menyerah
- Jiwa propatria
- Jiwa kepeloporan dan kepemimpinan
- Jiwa keikhlasan berjuang
Nilai dan prinsip yang diwariskan
- Umum
- Nilai dan prinsip
Membangun karakter ( Character guilding ) terdiri dari 2 kata yaitu membangun (tobuild) dan karakter. Adapun arti membangun bersifat memperbaiki, membina, mendirikan, mengadakan sesuatu.
Faktor membangun karakter
- Ideology - normative
- Politik - pendidikan
- Ekonomi - lingkungan
- Social budaya - kepemimpinan
- Agam
Segi Integritas Nasional
1. Integritas Vertikal :
Membahas tentang bagaimana mempersatukan pemerintah nasional dengan rakyat yang terbesar wilayah yang lurus. Mempersatukan pemerintahan pusat dengan kepemimpinan ditingkat daerah.
2. Integritas Nasional Horizontal :
Membahas tentang bagaimana mempersatukan rakyat yang majemuk, hidup dalam berbagai golongan primordial serta beraneka ragam nilai lembaga serta adat kebiasaannya sehingga merasa bagian dari satu bangsa yang sama dan ini sesuai dengan isi tujuan pembangunan nasional.
Ketahanan nasional adalah tindakan keadaan keuletan dan keteguhan bangsa dalam menghimpun dan mengerahkan keseluruhan kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga merupakan kekuatan nasional yang mampu dan sanggup menghadapi segala ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap keutuhan kepribadian bangsa dalam mempertahankan kehidupan dan kelangsungan cita-cita.
- Ketangguhan
- Keuletan
- Identitas
- Integritas
Ciri ketahanan Nasional
1. Ketahanan nasional prasyarat bagi bangsa membangun menuju bangsa yang maju dan mandiri
2. Menuju dan mempertahankan kelangsungan hidup
3. Ketahanan nasional sebagai kondisi dinamis bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan bangsa untuk mengembangkan kekuatan.
Asas pengembangan ketahanan nasional bangsa Indonesia :
1. Kesejahteraan dan keamanan
2. Utuh menyeluruh terpadu
3. Kekeluargaan
4. Mawas diri
Tempat unsure eksistensi yaitu :
1. Struktur social
2. Pengawas social
3. Media social
4. Standar social
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan dibidang sosial budaya
1. Tradisi memberikan kepada masyarakat / bangsa seperangkat nilai dan kidah diperlukan untuk menjawab tantangan setiap tahap perkembangan.
2. Pendidikan
System pendidikan diantaranya
a. Seluruh aparatur pemerintah modern
b. Sarana komunikasi massa
c. Pendidikan formal dan non formal
d. Sarana massa
e. Kehidupan kota
3. Kepemimpinan dan penyelenggara Negara
4. Tujuan nasional
5. Kepribadian nasional
6. Bidang pertahanan dan keamanan
Sifat-sifat ketahanan nasional
- Menunggal
- Mawas kedalam
- Berkewibawaan
- Dinamis
- Tidak membenarkan sikap adu kekuatan dan kekuasaan
- Percaya diri sendiri
- Tidak bergantung kepada pihak lain
Nilai social budaya adalah :
1. Adanya nilai kebersamaan
2. Adanya nilai berperan sebagai aturan
3. Hubungan kemasyarakatan saling menghormati dan menghargai dalam kelompok-kelompok social
4. Adanya standar yang dijadikan sebagai tolak ukur dalam rangka menilai sikap dan tingkah laku cara masyarakat mencapai tujuan
5. Adanya rasa solider antara sesame
6. Adanya persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa
7. Nilai kesetiaan dan kecintaan teradap NKRI
Wawasan kebangsaan sebagai kekuatan Nasional
1. Wawasan kebangsaan Indonesia adalah suatu persatuan karakter/perangkai yang timbul karena persatuan nasib
2. Definisi bangsa adalah :
a. Memiliki cita-cita bersama yang mengikat mereka menjadi satu kesatuan
b. Memiliki sejarah hidup bersama, sehingga tercipta rasa senasib
c. Memiliki adat, budaya, kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama
d. Memiliki karakter, perangkai yang sama yang menjadi pribadi dan jati dirinya.
Nilai dasar wawasan kebangsaan terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa memiliki 6 dimensi manusia bersifat fundamental yaitu :
a. Penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia
b. Tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, dan bersatu
c. Cinta akan tanah air dan bangsa
d. Demokrasi atau kedaulatan rakyat
e. Kesetiakawanan social
f. Masyarakat adail makmur
Wawasan kebangsaan senantiasa dibina dan dipelihara sehingga terpelihara persatuan dan kesatuan, kebersamaan, saling menghargai serta tidak ada perasaan ingin menang sendiri, ingin menonjolkan diri dan sebagainya.


PELAYANAN PRIMA
Pengertian
1. Pelayanan ada dua istilah yaitu melayani dan pelayanan.
Pengertian melayani adalah “membantu menyiapkan (mengurus) apa yang diperlukan seseorang”. Sedangkan pengertian pelayanan adalah “ usaha melayani kebutuhan orang lain” ( kamus besar Bahasa Indonesia. 1995).
Karakteristik tentang pelayanan disampaikan oleh norma (1991 : 14)
a. Pelayanan bersifat tidak dapat diraba.
b. Pelayanan itu kenyataanya terdiri dari tindakan nyata dan merupakan pengaruh yang bersifat tindakan social.
c. Produksi dan konsumsi dari pelayanan tidak dapat dipisahkan secara nyata.
Pengertian yang lebih luas disampaikan oleh david dow dan utal (1989 : 19 ) bahwa pelayanan merupakan usaha apa saja yang mempertinggi kepuasan pelanggan (whatever enhances customer satisfaction).
Keputusan menteri Negara pendaya gunaan aparatur Negara (meneng PAN)NO 63/kep/M.PAN/7/2003, memberikan pengertian pelayanan public yaitu segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan public sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Fungsi pemerintah dalam melakukan pelayanan umum (public)
Terdapat 3 fungsi pelayanan yaitu environmental service, development service, protective service.


Jenis barang layanan privat (private goods) dan barang layanan yang dinikmati secara kolektif (public goods).
 Setandar pelayanan adalah ukuran yang telah ditentukan sebgai suatu pembakuan pelayanan yang baik
 Pengertian pelayanan prima merupakan terjemahan dari istilah “Excellent service’’ yang secara harfiayah berarti pelayanan yang sangat baik atau pelayanan yang terbaik.
Barang layanan menurut sauas (1987) menjadi empat kelompok :
a. Barang yang digunakan untuk memenuhi kepentingan individu yang bersifat pribadi (private goods)
b. Jenis barang yang kedua disebut toll goods yakni barang yang digunakan atau dikonsumsi bersama-sama dengan persyaratan













PRINSIP – PERINSIP PELAYANAN
Kebijakan pemerintah seperti :
- Inpres NO. 5 tahun 1984 tentang pedoman penyederhanaan dan pengendalian perijinan di bidang usaha.
- Surat keputusan menteri perdayagunaan aparatur Negara NO.81 tahun 1993 tentang pedoman tata laksana pelayanan umum
- Inpres N0. 1 tahun 1995 tentang perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan aparatur pemerintah kepada masyarakat
- Sura edaran menko wasbangpan NO.56/wasbanpan/6/98 tentang langkah-langkah nyata memperbaiki pelayanan masyarakat, Instruksi, mendagri NO.20/1996.
- Surat edaran menko wasbangpan NO.56/MK. Wasbangpan/6/98.
Surat menko wasbangpan No.145/MK.waspan/3/1999. Surat edaran mengri NO 503/125/puod/1999.
- Keputusan menpan NO 81 / 1993 tentang pedoman tatalaksana pelayanan umum
- Surat edaran depdagri NO.100/757/OTDA tenang pelaksanaan kewenangan wajib dan standar pelayanan minimum
- Kep. Menpan No.63/kep/M.PAN/7/2003 tentang pedoman umum penyelenggaraan pelayanan public.
Criteria-kriteria pelayanan antara lain :
- Kesederhanaan
- Reasilitas
- Tanggung jawab dari para petugas pelayanan
- Kecakapan para petugas pelayanan
- Keramahan
- Kemanan
- Kejelasan
- Kepastian waktu
- Kelengkapan sarana dan prasarana
- Akurasi
- Kemudahan askes
- Kedisiplinan
- Kenyamanan
Komitmen pelayanan yang dimaksud adalah :
- Kejelasan
- Konsistensi
- Komunikasi
- Komitmen
Kepuasan pelanggan merupakan tujuan utama pelayanan prima oleh karena itu setiap aparatur berkewajiban untuk serupa memuaskan pelanggannya, kepuasan pelanggan baik pelanggan internal maupun eksternal. Dengan mengetahui siapa pelanggannya maka aparatur pelayanan akan dapat mengidentifikasi keinginan pelanggan.
Manfaat pelayanan prima
a. Memperkuat kembali kepercayaan masyarakat pada pemerintah dan menghilangkan anggapan bahwa birokrasi adalah prosedur yang berbelit dan mempersulit urusan.
b. Menjadi acuan untuk pembangunan penyusunan standar pelayanan
Asas pelayani public.
1. Transparansi 4. Partisipasi
2. Akuntagilitas 5. Kesamaan
3. Kondisional 6. Keseimbangan hak dan kewajiban
Jenis pelanggan
1. Pelanggan internal (Internal Costomer) adalah pelanggan yang beralasan dari dalam organisasi itu sendiri
2. Pelanggan eksternal (ekstral costomer) adalah mereka yang terkini dampak dari produk tetapi bukan anggota organisasi penghasil produk.
Karakter Pelayanan
- Pelanggan yang pendidikan
- Pelanggan yang tidak sabar
- Pelanggan yang tidak banyak bicara
- Pelanggan yang senang berdebat
- Pelanggan yang dampak permintaan
Apabila menggunakannya harus membayar atau ada biaya menggunakannya.
c. Jenis barang collective goods yaitu barang yang digunakan secara bersama-sama atau kolektif dan penyediaannya tidak dapat dilakukan dengan melalui mekanisme pasar.
d. Jenis barang common pool goods jenis barang ini tidak ada yang mau membayar.
Adapun yang bersifat murni (pure public goods) mempunyai 3 karakteristik ( olson, didik, rachbini, 1994 ).
a. Penggunaannya tidak dimediasi oleh transaksi bersaing (nonrivairy)
b. Tidak dapat diterapkan prinsip pengecualian (nonexcludability)
c. Individu yang menikmati barang tersebut tidak dapat dibagi yang artinya digunakan secara individu (indisible)
Proses pelayanan merupakan suatu proses. Proses tersebut menghasilkan suau produk yang berupa pelayanan, sebagai contoh adalah proses pelayanan surat masuk adalah :
a. Surat diterima oleh seorang petugas
b. Surat disortir (pisah-pisahan)
c. Surat diterima pencatat surat
d. Surat disampaikan ke pengaruh surat
e. Surat didistribusikan ke unit organisasi sesuai dengan alamat yang tertulis dalam surat
f. Surat diterima oleh unit pengolah.
Pelayanan dapat dibedakan tiga kelompok (gonroos 1990), yaitu :
a. Core service adalah pelayanan yang ditawarkan kepada pelanggan.
b. Facilitating service adalah fasilitas pelayanan tambahan kepada pelanggan, misalnya pelanyanan “front office’’ pada hotel atau pelayanan “checkin’’ pada transportasi udara.
c. Supporting service pelayanan tambahan (pendukung) untuk meningkatkan nilai pelayanan atau untuk membedakan dengan pelayanan-pelayanan dari pihak “pesaingnya’’.
Tujuan pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memutuskan pelanggan atau masyarakat serta memberikan focus pelayanan kepada masyarakat.
8 suplement pelayanan yang terdiri dari :
1. Information 5. Caretaking
2. Consultation 6. Exception
3. Undertaking 7. Billing
4. Hospitality 8. Payment
Anatomi kemitraan
Kemitraan adalah persekutuan yang dijalin dengan kejujuran, kemitraan yang efektif mempunyai kualitas yang memastikan tentang sukses, pelanggan yang harus di prakarsai, diperhatikan, dan dicontohkan oleh pemberi pelayanan.
Enam kualitas atau atribut yang esensial bagi kemitraan yang sukses: keberlimpahan, kepercayaan, impian, keseimbangan dan keindahan.
Sepuluh model hubungan antara ketiga pihak ( pemerintah, swasta, dan konsumen atau masyarakat)
1. Government service adalah pembuat keputusan atau kebijakan sebagai penyedia layanan public.
2. Government pemerintah sebagai penyedia dan masyarakat sebagai konsumen berperan menetapkan kebijakan yang membiayai layanan punlik.
3. Intergovernmental agreement (pemerintah 1 melakukan kontrak perintah)
4. Contract pemerintah menetapkan kebijakan dan biaya.
5. Fianchice pemerintah menetapkan kebijakan pelayanan public
6. Grant pemerintah maupun masyarakat menetapkan kebijakan dan biaya layanan public.
7. Voucher pembuat kebijakan dan penyedia biaya
8. Market konsumen yang menetapkan kebijakan atau aturan main dan pembiayaan yang sepenuhnya disediakan oleh swasta.
9. Voluntary pemerintah swasta tidak memiliki peran apapun
10. Self service pemerintah, swasta dan LSM / NGO tidak memiliki peran apa-apa, fungsi dilakukan oleh masyarakat, sebagai penyedia layanan, penanggung jawab biaya.
Kepuasan pelanggan merupakan tujuan utama pelayanan prima Pradigma pelayanan prima
1. Berfokus pada pelanggan
2. Obsesi terhadap mutu
3. Pendekatan ilmiah
4. Komitmen jangka panjang
5. Kerjasama tim
6. Pendekatan dan pelatihan
Dimensi pelayanan prima
Gaspers (1997) menyatakan dimensi untuk meningkatkan mutu pelayanan yaitu :
- Ketepatan waktu pelayanan
- Akurasi pelayanan
- Kesopanan
- Tanggung jawab
- Kelengkapan
- Variasi model pelayanan
- Kemudahan mendapat pelayanan
- Pelayanan pribadi
- Kenyamanan
Kategori keluhan pelanggan menurut Endar Sugiarto (1999) dikategorikan menjadi empat yaitu:
1. Mechanichal complaint ( keluhan mekanikal )
2. Attitudinal complaint ( keluhan akibat sikap petugas pelayanan )
3. Service related complaint ( keluhan yang berhubungan dengan pelayanan )
4. Unusul complaint ( keluhan yang aneh )
Pelayanan prima sesuai dengan pribadi prima apabila :
- Tampil ramah - Senang memaafkan
- Tampil sopan - senang bergaul
- Tampil yakin -senang belajar dari orang lain
- Tampil rapi - senang pada kewajiban
- Tampil ceria - senang menyenangkan orang lain
Upaya menghadapi tuntutan reinventing government, permasalahan yang dihadapi para birokrat diantaranya :
1. Diperlukan upaya untuk mempersiapkan aparatur pemerintahan agar mampu menempatkan diri sebagai pelayanan masyarakat.
2. Upaya untuk mempersiapkan kemampuan aparatur pemerintah untuk melakukan peningkatan kualitas pelayanan
3. Upaya mempersiapkan birokrat/aparatur pemerintahan untuk melaksanakan pelayanan public yang diserahkan pada pihak swasta
4. Upaya mempersiapkan birokrat atau aparatur untuk lebih bersifat kreatif dan inovatif
5. Dadalm konteksi investasi ba prasarana atau sarana
6. Upaya mempersiapkan aparatur pemerintah / birokrat menguasai system informasi yang terjadi dilingkungan internal kelembagaan
Upaya membangkitkan spirit kepervayaan masyarakat yang menjadi target pelayanan public, David Osborne memberikan ilmu prinsip utama untuk membangkitkan kepercayaan tersebut : diantaranya adalah :
1. Masyarakat perlu diyakinkan bahwa birokrasi bukanlah suatu gambaran tentang kebobrokan hantu ( evil ) masyarakat harus merasa yakin untuk menopang peningkatan “derajat civilized’’ harus memiliki singkat birokrasi yang bersifat efektif.
2. Masyarakat perlu untuk mengkatkan kualitas budaya masyarakat secara menyeluruh dibuthkan kehadiran kualitas pemerintah yang bersifat efektif, produktif, dan efesien.
3. Masyarakat perlu kondisi sumber daya manusia sebagai aparatur pemerintahan, bukanlah suatu sentral permasalahan dalam pelayanan public, permasalahan pada system pelayanan public yang ditetapkan.
4. Masyarakat harus diyakinkan bahwa pandangan liberalism. Pelayanan public perlu diikuti oleh strategi privatisasi atau swastanisasi, mampu mengimbangi keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh pemerintah untuk kepentingan peningkatan kualitas pelayanan
5. Masyarakat diyakinkan bahwa anggota masyarakat memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pelayanan public di berbagai sector atau bidang pelayanan public
Menurut Zelthaml-Parasurama-bery (1990 : 23) kualitas pelayanan didasari pada indicator :
1. Tangibles ( kualitas pelayanan berupa fisik perkantoran, ruang tunggu, computer)
2. Reliability ( kemampuan dankendala untuk menyediakan pelayanan yang terpercaya)
3. Responisiveness (kesanggupan untuk membantu dan menyediakan pelayanan secara cepat dan tepat, serta tanggap terhadap keinginan konsumen)
4. Assurance ( kemampuan dankeramahan, serta kesopanan santun pegawai dalam meyakinkan kepercayaan konsumen)
5. Emphaty ( sikap tegas tetapi penuh perhatian dari pegawai terhadap konsumen).


ETIKA ORGANISASI PEMERINTAHAN
a. Pengertian Etika dan Moralitas
- Etika berasal dari bahasa yunani “ ethos’’ yang berarti kebiasaan atau moral
- Dalam bahasa prancis “ etiguete ‘’ atau diucapkan dalam bahasa Indonesia dengan kata etika yang berarti kebiasaan atau cara bergaul, berprilaku dengan baik
- Etika lebih merupakan pola pikir atau kebiasaan yang baik dan dapat diterima oleh lingkungan pergaulan seorang atau suatu organisasi tertentu
Moralitas / moral adalah istilah dari bahasa latin “mos’’ ( Jamak mores yang berarti cara hidup atau kebiasaan)
Secara harfiyah moral sama dengan etika, tetapi dalam prakteknya istilah moral jauh berbeda dari arti harfiahnya. Dalam bahasa Inggris artinya semangat atau dorongan batin dalam diri seseorang untuk melaksanakan atau tidak melakukan sesuatu.
b. Prinsip –prinsip Etika
1. Prinsip-prinsip keindahan (beaty)
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan
2. Prinsip persamaan (equauty)
Prinsip ini menghendaki adanya persamaan antara manusia yang satu dengan yang lainnya, persamaan waktu, karakter, ras, etnis, yang masing-masing manusia
3. Prinsip kebaikan (goodness) prinsip ini berarti sifat atau karakterisasi dari satu yang menimbulkan prinsip pujian prinsip kebikan sangat erat kaitannya dengan hasrat dan cinta manusia.
4. Prinsip keadilan (just ice) keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan seseorang apa yang semestinya
5. Prinsip kebebasan (liberity) prinsip ini berarti untuk bertindak/tidak berdasarkan pilihan yang tersedia bagi seseorang.
6. Prinsip kebernaran (truth) prinsip kebenaran dapat dibuktikan kepada masyarakat, dan masyarakat yakin akan keberaran itu.
c. Etika kehidupan berbangsa
Pokok-pokok etika berbangsa berdasarkan Tap MPR NO.VI/MPR/2001 dinyatakan bahwa dalam pembukaan UUD 1945 alinea II dan IV termasuk cita-cita dan tujuan NKRI.
Hal yang menyebabkan memudahkan pelaksanaan etika kehidupan berbangsa.
a. Faktor Internet
Lemahnya penghayatan dan pengalaman agama, system sentralisasi pada masa lampau, ketidak adilan ekonomi, penegakan hokum lemah.
b. Factor ekstern
Pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin luas, kuat, intensitas, intervansi kekuatan global.
Pokok-pokok etika kehidupan berbangsa
Selalu mengedepankan kejujuran, amanah, keteladanan, sportivitas, disiplin, etos kerja, kemandirian, toleransi.
Uraian etika kehidupan berbangsa berdasarkan TAP MPR No. VI/MPR/2001
1. Etika social budaya
2. Etika politik dan pemerintahan
3. Etika ekonomi dan bisnis
4. Etika penegakan hokum yang berkeadilan
5. Etika keilmuan
6. Etika lingkungan
c. Etika organisasi pemerintah
Dalam konteks organisasi dapat diartikan pada sikap dan prilaku yang diharapkan pada setiap individu dan kelompok organisasi yang secara keseluruhan akan membentuk budaya yang sejalan dengan kegiatan tujuan organisasi yang bersangkutan.

Karakteristik Organisasi yang Ideal menurut Max Weber
1. Spesialisasi/pembagian kerja 4. Hubungan yang bersifat Impersional
2. Tingkatan berjenjang (Hirarki) 5. Pengangkatan/promosi anggota
3. Berdasarkan aturan
Dimensi prilaku manusia dalam organisasi dengan nilai Etika
1. Dimensi hubungan antara anggaota dan organisasi
2. Hubungan organisasi dengan sesame anggotanya
3. Hubungan antara anggota organisasi yang bersangkutan dengan anggota lainnya
4. Hubungan antara anggota yang lain dengan masyarakat yang dilayani
Undang-undang No. 28 tahun 2009 tentang penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, nepotisme, memuat asas-asas umum pemerintah yang mencakup:
1. Asas kepastian hukum
2. Asas tata tertib penyelenggara Negara
3. Asas kepentingan umum
4. Asas keterbukaan
5. Asas proporsionalitas
6. Asas akutabilitas
Etika PNS
1. Setia dan taat pada Pancasila
2. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
3. Menyimpan rahasia jabatan
4. Melaksanakan tugas kedinasan dengan tanggung jawab


Pudarnya etika kehidupan berbangsa
1. Pemahaman agama yang sempit
2. Kurang dipahami “kebhinekaan dan kemajemukan
3. Terjadinya ketidak adilan
4. Kurangnya felteresasi
5. Kurangnya keteladanan
6. Penegakan hukum kurang optimal
7. Meningkat prostitusi, pornografi, pornoaksi, dan narkoba.



























Nilai 3 Norma Etika PNS
1. Setia dan taat kepada pancasila dan UUD 1945, Negara dan pemerinah.
2. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam NKRI
3. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan dengan penuh pengabdian dan tanggung jawab
4. Menyimpan rahasia Negara / jabatan
Pudarnya Etika kehidupan berbangsa
1. Pemahaman agama yang sempit
2. Kurang dipahami kebhinekaan dan kemajemukan
Nilai Etika ada dua macam
1. Etika Universal
2. Etika non universal
Daya persepsi pendapat, sikap, perasaan seseorang tidak sama dengan orang lain setiap pandangan lain yang berbeda dengan pandangan kita patut diertimbangkan kebenarannnya (tidak alergi perbedaan )

3. Terjadinya ketidak adilan
4. Kurangnya keteladanan
5. Penegakan hokum kurang optimal
6. Kurangnya filteresasi budaya asing
7. Meningkatnya prostitusi, pornograpi, pornoaksi, dan narkoba
Strategi-strategi pendekatan adalah sebagai berikut :
1. Pendekatan larangan ( “ Don’t “ approach )
2. Pendekatan “ untung-rugi ‘’ ( cost benefit Approach )
3. Pendekatan system ( system Approach )
4. Pendekatan “kerjakan (‘’ DO ‘’ Approach )
- Meningkatkan kualitas aparatur Negara memperbaiki kesejaheraan dan keprofesionalan memberlakukan system karier berdasarkan prestasi
- Meningkatkan fungsi keprofesionalan birokrasi dalam melayani masyarakat dal mengelola kekayaan Negara secara transparan, bersih, bebas dari penyalah gunaan kekuasaan.
- Membersihkan dari praktik korupsi, kolusi, nepotisme, memberikan snksi seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan hokum yang berlaku.
- Melakukan pemeriksaan terhadap kekayaan pejabat Negara dan pejabat pemerintah dengan menjunjung tinggi hak hokum dan hak asasi manusia.












KESEHATAN DAN KESEGARAN JASMANI
Pengertian kesehatan dan berpola hidup sehat
Kesehatan merupakan dasar untuk meningkatkan dan pembinaan kesegaran jasmani. Melakukan kesegaran jasmani mutlak harus berada dalam kondisi sehat.
Pola hidup sehat adalah syatu kesatuan program yang program kesehatan, kesegaran jasmani, gizi dan aktivitas rekreasi yang bila dilaksanakan dengan baik dan benar akan mendukung tercapainya produktivitas kerja yang sangat tinngi.
Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan pola hidup sehat adalah:
1. Berpenampilan lebih sehat dan ceria
2. Dapat tidur nyenyak
3. Dapat menikmati kehidupan sosial baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, sehingga meningkatkan kualitas hidup
4. Dapat belajar atau berkarya lebih baik
5. Dapat meningkatkan produktivitas kerja
6. Berpikir sehat dan positif
7. Merasa tentram dan nyaman
8. Memiliki rasa percaya diri dan hidup sembang
Kesegaran jasmani sebagai kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa merasakan kelelahan yang berlebihan serta masih memiliki cadangan tenaga.
Komponen-komponen kesegaran jasmani dibagi menjadi 2 bagian yaitu komponen dengan kesehatan (Health Related Fitness) dan komponen yang berkaitan dengan keterampilan (Skills Related Fitness)
Untuk memelihara dan meningkatkan kesegaran jasmani peerlu dibiasakan hidup sehat dan selalu menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan latihan.
Dalam melaksanakan kegiatan kesegaran jasmani perlu diukur tingkatan kesegaran yaitu melakukan pengukuran denyut nadi, pengukuran berat badan dan pengukuran kapasitas aerobiknya.
PERATURAN BARIS BERBARIS DAN TATA UPACARA SIPIL
Peraturan baris berbaris (PBB) adalah salah satu dasar pembinaan disiplin dan kerja sama antar peserta, sedangkan tujuannya adalah membentuk sikap, membentuk disiplin, membina kebersamaan/kesetiakawanan.
Manfaat dari PBB dimaksudkan untuk mengatur sekelompok orang dalam barisan melakukan gerakan bersama-sama secara tertib.
Gerakan-gerakan dalam PBB diperlukan untuk mempersiapkan merapikan barisan dalam menghadapi upacara, apel kerja, apel belajar atau persiapan pelaporan.
Contoh-contoh gerakan diantaranya:
- Sikap sempurna
- Lencang kanan
- Lencang depan
Untuk melaksanakan gerakan-gerakan di tempat diperlukan aba-aba yang diberikan oleh pemimpin barisan.
Aba-aba ini terdiri dari:
- Sikap sempurna
- Lencang kanan/lencang depan
- Berhitung
- Hadap kanan/hadap kiri
- Hadap serong kanan/hadap serong kiri
- Balik kanan
- Istirahat di tempat
Jika dalam suatu barisan terlihat salah seorang menyimpang dari aba-aba yang diberikan akbitnya akan memporak-porandakan barisan itu.
TATA UPACARA SIPIL
 Tata upacara sipil adalah bagian dari pembinaan disiplin, dan pembinaan ini akan melahirkan suatu disiplin yang prima
 Manfaat dari tata upacara sipil dapat digunakan sebagai penanggung jawab upacara, upacara tertentu dan pelaporan kesiapan mulai belajar atau selesai mengikuti pelajaran setiap hari kepada Widyaiswara di kelas.
 Pengertian upacara umum adalah kegiatan upcara secara umum di lapangan yang urutannya telah ditentukan resmi oleh pemerintah.
 Pejabat-pejabat dalam upacara
• Keta panitia
• Pemimpin upacara
• Pembina upacara
 Tugas-tugas pejabat upacara
• Ketua panitia pelaksana upacara
- Sebagai tata urutan upacara
- Menyiapkan tata urutan upacara
- Menyiapkan sarana dan prasarana
- Menyiapkan petugas penggerak bendera
- Menyiapkan pembacaan UUD 45, panca prasetya korpi
- Menyiapkan pembawa acara
- Berkoordinasi dengan pemimpin
- Memberitahukan bahwa upacara siap dimulai
• Pemimpin upacara bertugas diantaranya:
- Menerima laporan dari pemimpin barisan
- Menerima laporan dari penanggung jawab
- Menyampaikan laporan kepada pembina upacara
- Memimpin penghormatan umum
• Pembina upacara bertugas diantaranya:
- Menguasai urutan upacara
- Menerima laporan ari penanggung jawab
- Membalas penghormatan dari peserta upacara
• Tata urutan upacara umum
- Persiapan upacara
- Pelaksanaan upacara
Upacara khusus adalah suatu kegiatan upacara secara khusus tanpa memerlukan pejabat-pejabat upacara dan susunan acara upacara secara lengkap seperti upacara umum.
Apel adalah suatu kegiatan berkumpul untuk mengetahui kehadiran dan kondisi personil dari suatu instansi perkantoran yang dilaksanakan secara rutin. Manfaat apel adalah dapat selalu mengikuti perkembangan situasidan kondisi persiapan personil yang dipimpin, menjalin persaudaraan, memupuk kebersamaan, serta meningkatkan disiplin.
Tata cara kegiatan di kelas
a. Laporan kesiapan mulai di kelas
b. Leporan selesai belajar









PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP PERKANTORAN MODERN
Dalam perkantoran modern data/informasi selalu beriringan sebabnya setiap orang dengan organisasi perlu mengetahui apa itu manajemen perkantoran modern. Perkantoran kantor berasal dari kata bahasa Belanda ”kantor” dan sering dipandang dengan perkataan “office” dan bahasa Inggris.
Mengenai pengertian “kantor” yang biasa berarti:
1. Ruang atau kamar kerja, atau ruang tulis
2. Markas
3. Biro atau tempat kedudukan
4. Instansi, badan, jawatan, perusahaan
Kantor adalah lebih diartikan sebagai tempat atau ruangan dan proses kegiatan penanganan data informasi.
Manajemen perkantoran sebagai suatu fungsi adalah cabang dari seni dan ilmu manajemen yang berkenan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran secara efesiensi.
Sedangkan perkataan Bahasa Inggris “office” bisa berarti:
1. Kewajiban, tugas, fungsi (duty, task, function)
2. Jabatan
3. Markas atau ruang dimana seorang pengusaha menjalankan aktivitas
4. Jasa pelayanan
5. Tugas pekerjaan
6. Tempat, gedung, yang dipakai sebagai pusat tempat kerja
Pengertian kantor dapat dirumuskan sebagai
a. Tempat atau ruangan penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatat, pengolahan
b. Proses penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatat, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian/penyampaian data/informasi.
Manajemen perkantoran sebagai suatu fungsi adalah cabang dari seni dan ilmu manajemen yang berkenan dengan pelaksanaan pekerjaanperkantoran secara efisien Manajemen perkantoran perumusan arthur grager manajemen perkantoran adalah fungsi tata penyelenggaraan terhadap komunikasi dan pelayanan warkat dari suatu organisasi.
Perumusan Edwin Robinson manajemen perkantoran berkenan dengan pengarahan dan pengawasan terhadap pekerjaan kantor.
Perumusan William Spriegel dan Ernest Davies manajemen perkantoran adalah pengarahan penyeluruh terhadap aktivitas –aktivitas tulis sebagaimana dibedakan dari aktivitas-aktivitas seperti pengangkutan, kepabrikan, pergudangan dan perjualan.
Perumusan George Terry manakemen perkantoran sebagai perencanaan pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta menggerakan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan yang tekah ditentukan lebih dahulu.
Rumusan manajemen perkantoran meliputi kegiatan:
- Tata penyelenggaraan
- Pelaksanaan secara efisien
- Pengendalian, pengawasan dan pengarahan
- Perencanaan, pengendalian, pengorganisasian, dan penggerakan
6 aktivitas tugas pelayanan yaitu:
1. Menghimpun
2. Mencatat
3. Mengolah
4. Mengganda
5. Mengirim
6. Menyimpan
Unsur- unsur organisasi
1. Kelompok orang
2. Kerjasama
3. Tujuan
4. Keterikatam formal
5. Susunan Hierarkhi
Prinsip-prinsip kerja efektif perkantoran modern
1. Adanya jaminan kepuasan pelanggan
2. Pelaksanaan peningkatan mutu berkelanjutan
3. Penggunaan data dan informasi dalam pengambilan keputusan
KBBI (2002) menjelaskan bahwa prinsip sama dengan asas, yaitu kebenaran yang menjadi pokok dasar berfikir, bertindak. Menurut Kooritz (1992) prinsip-prinsip manajemen adalah fleksibel, dan harus dapat digunakan tanpa memperhatikan perubahan dan keadaan tertentu.
Pengertian tata ruang perkantoran 2 rumusan berikut:
1. Penyusunan perabotan dan alat perlengkapan pada luas sebagai lantai tersedia
2. Tata ruang perkantoran adalah penentuan mengenai kebutuhan ruang dan tentang pengguanaan secara terperinci dari ruang untuk menyiapkan suatu susunan yang peraktis dari faktor-faktor yang yang dianggap perlu bagi pelaksanaan kerja perkantoran dengan biaya yang baik.
Tata ruang perkantoran sebagai berikut:
1. Mencegah penghamburan tenaga dan waktu pegawai
2. Menjamin kelancaran proses kerja yang bersangkutan
3. Memungkinkan pemakaian ruang secara efisien
4. Mencegah para pegawai terganggau pada saat pelaksanaan kegiatan-kegiatan
Menurut Geoffrey Mills dan Oliver Standigfor, tujuan tata ruang yang baik bagi kantor adalah:
1. Syarat dengan aturan perundang- undangan
2. Penggunaan ruang sampai pada manfaat yang terbesar
3. Pelayanan-pelayanan tersedia sepanjang diperlukan listrik, komputer, telepon dan lain-lain.
4. Suasaba kerja yang baik
5. Adanya pengawasan
6. Rasa kekompakan
7. Komunikasi
8. Lalu lalang
9. Pelaksanaan kerja
10. Perlu adanya keamanan dan kenyamanan
Tugas-tugas pokok (subtantif)
Tugas yang sifatnya membantu, melayani, memudahkan dan melancarkan tugas pokok dan tugas pemimpin
Tugas penunjang (fasilitatif)
Tigas yang sifatnya membantu, melayani, memudahkan dan melancarkan tugas-tugas pokok dantugas pemimpin
- Lingkungan pekerjaan perkantoran
- Kondisi fisik dan lingkungan
- Koresponden
- Kearsipan
Dalam manajemen perkantoran ada sistem surat menyurat diantaranya surat menyurat
1. Surat dinas
2. Surat biasa
3. Surat niaga
Jenis dinas
a. Statuter
b. Non statuter

Ciri-ciri statuter
- Konsiden: surat yang tertulis menimbang, mengingat, memutuskan.
- Diktum: memutuskan menetapkan (hasil keputusannya)
- Surat keputusan
- Perayuran
- Intruktor
Fungsi manajemen
- Planing - Statting
- Organising - Evaluating
- Actuating - Controling


Unsur –unsur manajemen
- Man - Machire
- Money - Milliew
- Material -Market
- Methode

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar